Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional, IKM Harus Go Digital

22 Nov 2021 10.00 WIB


Teknologi Industri

Peranan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia dinilai penting karena IKM merupakan salah satu pilar dan juga tulang punggung bagi perekonomian nasional dengan kontribusinya yang sangat signifikan, bahkan di era pandemi. Maka dari itu, IKM perlu mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah, salah satunya yaitu dengan mendorong para IKM untuk Go Digital, dengan menerapkan supply chain management system yang sesuai dengan skala Industri Kecil dan Menengah.


Namun demikian, banyak kendala yang dihadapi oleh para IKM dalam menggunakan sistem komputerisasi di antaranya adalah kurangnya pemahaman terkait dengan penggunaan komputer, aplikasi yang tersedia di pasaran terlalu kompleks, dan tentunya harga yang tidak terjangkau oleh para pemilik IKM.

Menilik hal ini, Rantaipasok, hadir sebagai solusi bagi para IKM untuk Go Digital. Fitur dalam software Rantaipasok juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan IKM di Indonesia. Bahkan, dengan harga yang sangat terjangkau para IKM sudah mendapatkan modul yang sangat lengkap.

Modul tersebut terdiri dari mulai pengelolaan inventory, pembelian, penjualan (sales order dan point-of-sales), distribusi, accounting, human resources, sampai fitur omnichannel untuk pengelolaan social media perusahaan. Di samping itu, Rantaipasok juga hadir dengan Ranpas Marketplace, yang terintegrasi dengan semua modul lainnya.

Rantaipasok juga sejalan dengan program Pemerintah Republik Indonesia yang saat ini sedang gencar untuk mendigitalisasi IKM, melalui program Making Indonesia 4.0. Bahkan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini sedang mengadakan kompetisi Startup4Industry untuk mendukung para IKM melakukan transformasi digital dengan solusi yang tepat dari para Startup di bidang teknologi di Indonesia, di mana Aplikasi Rantaipasok merupakan salah satu peserta yang sedang ikut berkompetisi.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Kementerian Perindustrian Dini Hanggandari menyampaikan apresiasinya kepada Startup Rantaipasok. Menurutnya, 99,7% industri di Indonesia adalah Industri Kecil dan Menengah, oleh karena itu jika kita bicara industri 4.0, tentunya juga harus melibatkan IKM.

"Namun tantangan terbesarnya adalah bagaimana membuat transformasi teknologi industri 4.0 menjadi terjangkau dan mudah untuk para IKM. Untuk itu dengan hadirnya Rantaipasok melalui kompetisi Startup4industry yang kami gelar diharapkan dapat menjawab tantangan dan kebutuhan IKM tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dalam kesempatan yang berbeda, COO (Chief Operating Officer) Rantaipasok, Eka Priyatna menyatakan sudah saatnya IKM di Indonesia segera naik kelas dengan memanfaatkan teknologi digital. Sehingga setiap kegiatan perusahaan dari mulai pembelian sampai dengan laporan keuangan dapat termonitor dengan baik. Tidak ada lagi mencampurkan keuangan pribadi pemilik IKM dengan bisnis.

"Kehadiran Rantaipasok diharapkan dapat membantu para IKM untuk melakukan akselerasi bisnis serta mampu menguasai pasar dalam negeri, dan bisa bersaing di kancah Global," ungkapnya.

Diketahui, Rantaipasok juga menyediakan marketplace, yang menjadi salah satu channel penjualan produk para IKM. Marketplace Rantaipasok berbeda dengan marketplace yang kita kenal saat ini, di mana lebih dari 70% barang yang dijual di marketplace lain merupakan produk impor, sedangkan Marketplace Rantaipasok mengutamakan produk-produk dari IKM di Indonesia, sehingga mampu mendorong produk dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Rantaipasok sudah digunakan oleh para pemilik IKM di Indonesia, salah satunya adalah M. Andri Ashari sebagai pemilik CV Karya Sinar Terang (HRS Racing) yang memproduksi Knalpot Racing menyampaikan harapannya bagi software Rantaipasok.

"Sebagai pengguna Rantaipasok, saya melihat bahwa solusi ini memiliki fitur yang lengkap dan pastinya sesuai dengan Industri Kecil dan Menengah, yang rata-rata tidak memiliki jumlah SDM yang tidak banyak, termasuk pemahaman tentang komputer para operator dan pekerja di IKM yang masih rendah," pungkasnya.





Bagikan :